Hai kamu anak muda! Atau yang menyebut dirimu muda.
Pada akhirnya,
Bagaimana kamu menghabiskan masa muda mu? Apakah masa muda mu sudah di habiskan dengan YOLO (You Only Live Once)?
Namun benar kah, kamu akan menghabiskan waktu dengan tepat? Penyelasan di masa depan jelas tidak menjadi nilai dari yolo, tetapi setelah membaca salah satu artikel kristen; Pertanyaan miliknya yang bagus adalah, apa kita akan benar-benar menghabiskan waktu hanya untuk kesenangan pribadi?
Bagi sebagian besar akan bilang, YA! Lakukan hal teraneh dan tergila yang pernah ada, kalau tidak ada mari ciptakan! Ciptakan keanehan atau pengalaman yang mungkin tidak akan ada lagi di masa depan - setidaknya kita tidak akan punya kesempatan lagi - maka kita harus lakukan saat ini, bila perlu ya, sekarang! Hahaha . .
Bagi aku, setelah melewati masa remaja. Hm, masa remaja berarti umur 12-18 tahun. Yap, sekitar 6 tahun untuk melakukan YOLO tersebut. Aku sama seperti lainnya, punya kesenangan, bergaul, dan melakukan kesalahan. Apa yang berbeda adalah, aku tidak menyesal untuk belajar tentang Firman Tuhan. 6 tahun tersebut, selain menghabiskan waktu bermain dan belajar, aku juga belajar sedikit tentang Firman Tuhan. Melalui khotbah, kelompok gereja, sekolah, saat teduh, orang tua, dan pengalaman hidup yang ku renungkan. Semua berjalan bersamaan.
Jadi?
Aku menikmati masa remaja yang galau dan drama, disaat yang sama aku di masa menuju dunia dewasa sudah bisa memahami beberapa hal yang make sense dihubungkan dengan kepercayaan. Aku memang tidak sepenuhnya menjadi manusia suci. Aku bisa berkata, aku bisa belajar untuk mengontrol diri sendiri serta dependable kepada pribadi atau ya, sumber kehidupan. Sebab banyak orang memiliki dependable terhadap idola maupun barang.
Namun, kita yang sudah memegang dan mengakui Tuhan Yesus sebagai Juruselamat dan lebih dari itu, harusnya mampu mempertanggung jawabkannya. Bukan hal mudah, ya, tetapi kalau keinginan kita menjad otentik seperti Yesus; pasti akan bisa. Jangan lupa meminta kepada Tuhan melalui doa dan belajar mengenal 'suara-Nya' melalui baca Alkitab atau buku kristen yang sudah terpercaya.
Pada akhirnya,
mempelajari Tuhan yang aku percayai selama remaja adalah salah satu pilihan, bukan, pilihan terbaik untuk menghadapi yolo di masa depan. Untuk menjadi lebih bijak tentang pilihan dan lebih sadar akan lingkungan yang ada. Penyelasan tetap ada, meskipun sudah melakukan hal yang sekali-seumur-hidup. Pada kenyataannya, aku juga ada penyelasan dari melakukan YOLO tersebut. Berharap dulu emosi dan keinginan hati dari yolo tidak menguasai diri sehingga aku bisa berpikir lebih jernih.
Comments
Post a Comment