Skip to main content

Melepaskan

Tahun yang baru sudah datang kembali,
Apakah kalian sudah mempersiapkan sesuatu untuk tahun ini? Atau mungkin ada hal yang baru saja kalian tinggalkan?

Sebagai milenial kita selalu saja ada hal yang diingat dan direncanakan. Namun apakah siap juga dengan meninggalkan sesuatu? Meninggalkan sesuatu bukan hanya melepas kepergian sesuatu, namun melepasnya dengan lapang dada serta mengetahui konsenkuensinya.
Bukan berarti hal baik harus dilepaskan; justru kebiasaan buruk, manajemen waktu yang penuh, serta hal-hal yang mengikat pikiran harus dilepaskan. Jangankan orang dewasa, anak muda saja sudah memiliki kesibukan yang padat! Dunia ini menawarkan banyak hal dan nampaknya bila kita tidak terlibat dalam hype tersebut maka kita menjadi kurang gaul atau ya ... aktif (paling tidak). Ada pula perasaan hati yang tidak dapat tersampaikan, dimana kita menjadi teringat-ingat dan berharap memiliki keberanian (padahal ada kesempatan pun, kita tidak lakukan juga) untuk menunjukkan.

Apakah solusi dari semua kepenatan, kesendirian, dan kelelahan ini? Ya, diri sendiri. Diri sendiri yang harus melepaskan hal - hal yang sudah seharusnya tidak perlu dilakukan. Hal-hal yang seharusnya tidak perlu menjadi buah pikiran. Bahkan hal-hal yang menambah beban kecil perlu kita selesaikan dengan diri sendiri. 

Masalahnya,  seberapa besar kamu melepaskan gengsi atau kebanggaan? Apakah kita selalu mampu? Tidak kah dirimu ingat ketika badanmu sudah di titik terlelah dan masih ada hal yang harus dikerjakan esok hari? Kamu tahu saatnya sudah menyerah atau cukup pada seseorang, namun kamu masih berusaha memegang kepercayaan bahwa nanti ada kesempatan?

Menurutku, melepaskan merupakan hal baik untuk kebaikan diri secara jasmani dan rohani. Mungkin kamu setuju, mungkin saja tidak. Tak apa, hidup setiap orang itu berbeda. Sampai nanti!

From,
Asian Girl


___

Foto oleh Ian Dooley via Unsplash

Comments

Popular posts from this blog

Menjemput Rejeki di Tahun 2019

Dear millennials, Akhir-akhir ini lagi trending topic banget ya guys, "Menjemput Rejeki di Tahun 2019". Ya sering banget kita melihat itu jadi hastag di postingan orang bahkan teman-teman kita. Karena kebanyakan kita pun juga pasti udah merencanakan ini dan itu, apa saja yang belum tercapai di tahun lalu dan diusahakan bisa dicapai di tahun 2019 ini. Target-target ini umumnya pasti kita buat kan, apalagi bagi kaum millennial yang udah bekerja atau bahkan punya usaha sendiri. Wah ga usah ditanya lagi... pasti banyak banget ya list -nya, lebih lagi di era kita yang emang banyak tuntutan ini dan itu dalam persaingan global sekarang ini. Tapi... "Apakah dengan target-target yang dibuat, kita akan tetap berserah kepada-Nya?" . Karena ga bisa pungkiri juga, kita ini hanyalah manusia biasa, apapun yang kita rencanakan belum tentu akan tercapai jika itu tidak sejalan dengan kehendak Tuhan kan. Bisa aja Tuhan terkesan tidak menjawab ataupun menunda planning-planning ...

YOLO

Hai kamu anak muda! Atau yang menyebut dirimu muda. Bagaimana kamu menghabiskan masa muda mu? Apakah masa muda mu sudah di habiskan dengan  YOLO  ( Y ou  O nly  L ive  O nce)? Namun benar kah, kamu akan menghabiskan waktu dengan tepat? Penyelasan di masa depan jelas tidak menjadi nilai dari  yolo , tetapi setelah membaca salah satu artikel kristen; Pertanyaan miliknya yang bagus adalah, apa kita akan benar-benar menghabiskan waktu hanya untuk kesenangan pribadi?  Bagi sebagian besar akan bilang, YA! Lakukan hal teraneh dan tergila yang pernah ada, kalau tidak ada mari ciptakan! Ciptakan keanehan atau pengalaman yang mungkin tidak akan ada lagi di masa depan - setidaknya kita tidak akan punya kesempatan lagi - maka kita harus lakukan saat ini, bila perlu ya, sekarang! Hahaha . .  Bagi aku, setelah melewati masa remaja. Hm, masa remaja berarti umur 12-18 tahun. Yap, sekitar 6 tahun untuk melakukan  YOLO  tersebut. Aku sam...

Jaman Now

Hello guys! Guys, aku mau tanya deh... Pernahkah mendengar istilah "jaman now"? Hmm.... Pasti udah donkkkk... Bahkan sering banget kan... Yup, bener banget. Jaman now ini adalah istilah yang lagi nge trend  di jaman sekarang, yang berarti jaman sekarang yang kekinian banget bagi kita dimana kita lebih dapat mengekspresikan diri kita. Misalnya, lewat foto alay, atau mungkin  chatting  dengan teman kita menggunakan kata-kata yang alay yang biasanya digandrungi anak muda. Tapi, istilah jaman now ini ternyata tidak hanya ditunjukkan bagi kita anak muda aja lohhh... Anak kecil atau mungkin bayi yang dengan gayanya yang kekinian layaknya orang dewasa atau tingkah lakunya yang  nyeleneh  pun sering dikatakan "kids jaman now". Hmmm.. lucu juga yah 😄😄😄 Eits, tapi guys.... Apa setiap tingkah laku dan pola pikir kita di jaman now ini dapat memberikan dampak yang positif bagi orang-orang disekeliling kita? Atau... justru kita malah memberikan dampak yang negati...