Skip to main content

Christmas is Coming!

Dear millennials,


Tanpa disadari, tinggal dalam hitungan hari bahkan jam, kita menuju Natal ya guys...

Gimana nih persiapan kalian untuk Natal tahun ini? Apakah kalian akan makan bersama atau sekedar kumpul bareng keluarga? Atau tukar kado bareng teman?
Apapun itu, biasanya kita sudah mempersiapkannya jauh-jauh hari yaaa..

Tapi... "Sebenarnya apa sih Natal itu? Sudahkah Natal itu membawa sukacita dalam hidup kita?"

Ya guys, seperti yang kita tau.. bahwa Natal itu merupakan suatu peristiwa kelahiran Yesus ke dunia. Yup, Dia satu-satunya Juruselamat kita. Dia mau lahir ke dunia, menjelma menjadi manusia hanya untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita. Yang seharusnya dapat kita renungkan, begitu "WAH" ya kasih-Nya... sampai rela menderita, hanya untuk kita.

Dia...
Yang kita sebagai manusia berdosa aja, lahir ditempat yang seharusnya.. bahkan banyak juga di rumah sakit mewah. Tapi Dia yang merupakan Sang Juruselamat kita.. Dia malah lahir di palungan karena Maria tidak mendapat penginapan.

Di jaman modern ini, banyak yang melihat Natal juga sebagai "ulang tahun" Yesus yaa... yang kalo kita biasanya akan memperingati ulang tahun kita dengan membuat perayaan atau sekedar makan-makan bareng teman atau keluarga. Begitupun dengan cara kita memperingati Natal, yang setiap tahunnya kita akan melihat perayaan-perayaannya, baik itu yang kita lakukan ataupun yang orang lain lakukan. Yang sering kita lihat bahwa perayaan itu akan memberikan "sukacita" dalam peringatan Natal itu sendiri. Pertanyaannya, "apakah sukacita itu kekal?"

Seringkali kali kita menganggap bahwa dengan perayaan-perayaan yang kita buat ataupun kita ikuti itu akan memberikan "kepuasan" untuk kita. Yaaa.. memang tak dapat dipungkiri sih, perayaan akan memberikan kebahagiaan pada kita... tapi itu semua kan hanya "fana/hanya sementara" yaa, yang tidak membawa sukacita seumur hidup kita.

Aku pun juga pernah merasakan demikan saat aku belum mengenal Tuhan. Tiap tahunnya Natal di keluarga kami hanya disimbolisasikan dengan perayaan, yang kini aku sadari kalo itu peringatan Natal lalu aku dan keluargaku itu hanya memberikan sukacita yang fana.

Terus, "bagaimana sukacita yang kekal itu?"

Kita tau kalo Natal itu peringatan kita terhadap kelahiran Juruselamat kita. Dan kita tau bahwa sukacita yang kekal itu hanya didalam Dia. Nahh, kalo gitu.. "Apakah di Natal ini, kita mau hidup didalam Dia? Apakah kita mau lebih mengenal dan berharap pada-Nya meskipun kita sedang dalam pergumulan?". Karena kita sebagai manusia aja senang ya kalo orang akan mengingat kita pada hari ulang tahun kita, nahh.. Tuhan juga pasti akan senang dong kalo dalam perayaan Natal, kita juga dapat mengingat tujuan Dia lahir ke dunia.

So... yuk kita melewati Natal kali ini dengan hidup berserah didalam-Nya.
"Christmas is Coming! Selamat mempersiapkannya 🙏"



From,
Regina Megumi T.
Photo by Toni Cuenca on Unsplash

Comments

Popular posts from this blog

Menjemput Rejeki di Tahun 2019

Dear millennials, Akhir-akhir ini lagi trending topic banget ya guys, "Menjemput Rejeki di Tahun 2019". Ya sering banget kita melihat itu jadi hastag di postingan orang bahkan teman-teman kita. Karena kebanyakan kita pun juga pasti udah merencanakan ini dan itu, apa saja yang belum tercapai di tahun lalu dan diusahakan bisa dicapai di tahun 2019 ini. Target-target ini umumnya pasti kita buat kan, apalagi bagi kaum millennial yang udah bekerja atau bahkan punya usaha sendiri. Wah ga usah ditanya lagi... pasti banyak banget ya list -nya, lebih lagi di era kita yang emang banyak tuntutan ini dan itu dalam persaingan global sekarang ini. Tapi... "Apakah dengan target-target yang dibuat, kita akan tetap berserah kepada-Nya?" . Karena ga bisa pungkiri juga, kita ini hanyalah manusia biasa, apapun yang kita rencanakan belum tentu akan tercapai jika itu tidak sejalan dengan kehendak Tuhan kan. Bisa aja Tuhan terkesan tidak menjawab ataupun menunda planning-planning ...

YOLO

Hai kamu anak muda! Atau yang menyebut dirimu muda. Bagaimana kamu menghabiskan masa muda mu? Apakah masa muda mu sudah di habiskan dengan  YOLO  ( Y ou  O nly  L ive  O nce)? Namun benar kah, kamu akan menghabiskan waktu dengan tepat? Penyelasan di masa depan jelas tidak menjadi nilai dari  yolo , tetapi setelah membaca salah satu artikel kristen; Pertanyaan miliknya yang bagus adalah, apa kita akan benar-benar menghabiskan waktu hanya untuk kesenangan pribadi?  Bagi sebagian besar akan bilang, YA! Lakukan hal teraneh dan tergila yang pernah ada, kalau tidak ada mari ciptakan! Ciptakan keanehan atau pengalaman yang mungkin tidak akan ada lagi di masa depan - setidaknya kita tidak akan punya kesempatan lagi - maka kita harus lakukan saat ini, bila perlu ya, sekarang! Hahaha . .  Bagi aku, setelah melewati masa remaja. Hm, masa remaja berarti umur 12-18 tahun. Yap, sekitar 6 tahun untuk melakukan  YOLO  tersebut. Aku sam...

Jaman Now

Hello guys! Guys, aku mau tanya deh... Pernahkah mendengar istilah "jaman now"? Hmm.... Pasti udah donkkkk... Bahkan sering banget kan... Yup, bener banget. Jaman now ini adalah istilah yang lagi nge trend  di jaman sekarang, yang berarti jaman sekarang yang kekinian banget bagi kita dimana kita lebih dapat mengekspresikan diri kita. Misalnya, lewat foto alay, atau mungkin  chatting  dengan teman kita menggunakan kata-kata yang alay yang biasanya digandrungi anak muda. Tapi, istilah jaman now ini ternyata tidak hanya ditunjukkan bagi kita anak muda aja lohhh... Anak kecil atau mungkin bayi yang dengan gayanya yang kekinian layaknya orang dewasa atau tingkah lakunya yang  nyeleneh  pun sering dikatakan "kids jaman now". Hmmm.. lucu juga yah 😄😄😄 Eits, tapi guys.... Apa setiap tingkah laku dan pola pikir kita di jaman now ini dapat memberikan dampak yang positif bagi orang-orang disekeliling kita? Atau... justru kita malah memberikan dampak yang negati...