Dear millennials,
Tahun 2017 lalu , tepatnya bulan November ke Desember, kami mengikuti suatu retreat dari sebuah komisi dewasa muda di gereja kami.
"RESTORE : The Holiness of God", ya itu tema retreat kami.
Tapiii apa maksudnya restore ini dengan the holiness of God yang berarti kekudusan Tuhan?
Apa yang di restore? Siapa yang di restore? Dan siapa yang me-restore?
Ya, pasti kita bertanya-tanya yaaa... Begitupun aku sebagai peserta atau partisipasi dari retreat ini.
Aku pun sempat berpikir, "apa yang Tuhan kehendaki dari aku dengan ikut retreat ini?". Sebab sebelumnya aku memang pingin ikut, tapi karena suatu alasan, keinginan ini sempat aku urungkan lagi. But, ternyata Tuhan memang mengijinkan aku dan menghendaki aku untuk ikut retreat ini. Sekitar seminggu atau beberapa hari sebelum pendaftaran ditutup, akhirnya Tuhan membukakan jalan untukku. Walaupun aku dan orangtuaku sempat memikirkan kendala-kendala yang mungkin terjadi dengan aku ikut retreat ini.
3 hari 2 malam. Dalam waktu ini akhirnya aku ikut retreat di Bogor.
Aku bersyukur banget bisa ikut retreat. Disini aku pribadi disadarkan banget bahwa kasih Tuhan itu ga terukur. Aku sendiri jadi dapat melihat bahwa Tuhan dapat memanggil kita dengan berbagai cara lewat kesaksian teman-temanku. Kita seringkali dapat tersandung atau menjauh dari Dia, tapi Dia tetap mengangkat dan memanggil kita.
Sering kita sedih, khawatir, kecewa, ataupun marah dengan apa yang kita alami. Misalkan saat kita harus keluar dari pekerjaan kita, atau saat kita belum dapat pekerjaan, atau kita harus kehilangan. Ya, ga jarang pertanyaan yang kita utarakan adalah "kenapa Tuhan?". Tapi justru dalam hal-hal seperti inilah Tuhan pingin kalo kita bisa dan mau mendekatkan diri ke Tuhan. Karena sering pekerjaan kita atau rutinitas kita itu dijadikan sebagai alasan kita ga sempat saat teduh, bangun pagi udah diburu-buru jam kantor dan sebagainya, sore atau malam pulang udah letih pingin istirahat ; fokus untuk doa pun kadang jadi terganggu karena pikiran kita yang kemana-mana.
Beberapa cerita itulah yang aku dengar. Dan ya, aku pun sangat tertegur "oh iya ya, apa selama ini aku selalu bisa meluangkan waktu untuk Tuhan?".
Tapi lewat retreat ini Tuhan ingin menyadarkan kita bahwa Tuhan sudah memanggil kita, Tuhan sudah me-restore diri kita. Apa kita mau merespon panggilan Tuhan itu? Apa kita benar-benar mau berbalik kepada-Nya?
- - -
Halo, kali ini aku akan cerita dari sisi lain.
Kebetulan kami memiliki peran berbeda sehingga saya bisa berbagi pengalaman seru dari retret yang baru diadakan lagi setelah sekian tahun. Kebetulan saya pertama kali ikut retreat di Dewasa Muda setelah dua tahun bergabung di komisi ini. Saya sendiri masuk kepanitiaan inti.
Dari sudut pandang saya, persiapan acara ini cukup singkat. Dalam waktu 4 bulan lebih, saya bersama teman-teman harus mencapai tujuan di akhir tahun. Jujur saja, saya terkadang merasa tak enak harus menjadi 'pengingat;. Sebab saya tahu, kebanyakan panitia adalah orang-orang yang sudah bekerja. Tetapi, saya bersyukur 'cerewet' saya masih di respon dan persiapan masih berproses.
Saya bersama tim inti membereskan retret sambil bekerja. Bukan hal yang cukup baik untuk dilakukan, yaitu membereskan retret sambil bekerja. Namun di satu sisi, urusan administrasi tidak dapat dilakukan setelah jam kerja sore. Paling bisa saat istirahat kerja, namun sama saja. Saran saya, jika kita tidak mampu membagi antara urusan kerja dengan retret... lebih baik prioritaskan pekerjaan dulu. Buat strategi manajemen waktu disesuaikan dengan deadline. Sebagai orang Kristen, Tuhan tidak mau apa yang kita lakukan untuk gereja justru menjadi batu sandungan di mata umum.
Dalam perjalanannya juga banyak tantangan yang terjadi. Saya yang belum pernah terjun langsung di kepanitian inti retret cukup kewalahan memikirkan banyak hal. Untung lah ada dua teman kepanitiaan inti yang sudah lebih jago membantu kepusingan saya, terima kasih banyak!!
Di satu sisi saya mau nyerah persiapan tetapi di satu sisi saya berpikir bahwa akan sangat disayangkan jika retret ini sampai tidak jalan karena tema nya sangat bagus yaitu Restore: The Holiness of God. Dimana pemuda-pemudi harus selalu me-restore dirinya agar jiwa raga tidak menjadi lelah dan berujung tidak menjaga 'kekudusan' hidup di hadapan Tuhan.
Merintangi berbagai hambatan, akhirnya kami mencapai hari retret. Syukurlah peserta yang mencapai bahkan lebih dari target.
Retret berjalan dengan damai sejahtera. Para peserta mulai kenal satu sama lain,bercengkrama, saya juga bercengkrama dengan teman-teman gereja saya dari remaja hingga sekarang. Jujur saja saya bersyukur acara ini berjalan dengan baik dan mampu mempertemukan jemaat komisi lama dan baru. Sehingga tercipta kelompok tumbuh bersama maupun pertemanan. Saya sendiri, mendapat insight banyak dari retret ini. Ya, kalau memang Tuhan mau retret ini jalan, ya tidak ada halangan cukup besar untuk menghentikan retret ini.
Tidak terasa sudah tahun 2019, retret sudah ada depan mata lagi. Semoga menjadi kenangan kebersamaan yang menyenangkan bersama saudara seiman.
From,
Asian Girls


Comments
Post a Comment