Skip to main content

Yang Ku Temukan Tentang Relevansi Hidup dan Iman (II)

Dear Millennials,

Mau cerita nih tentang retret yang lalu, sebuah pengalaman yang diawali dari pemikiran yang sudah lama bertemu dengan gagasan yang sedang di garap; lahirlah tema retret yaitu relevan. 


Buat saya persiapan kali ini terasa lebih singkat dibanding sebelumnya, meskipun jangka waktu nya tidak berbeda jauh dengan retret 2 tahun lalu. Mungkin terasa seperti itu karena tantangan yang 'ada-ada saja' menghampiri tim panitia. Dari bingung, kesel, sampai geleng-geleng kepala sendiri. Diluar dugaan, kami pun retret di tempat yang sama dengan rapat pleno umum gereja kami. Sehingga selain mengurus acara retret, kami juga harus berkoordinasi dengan tim panitia rapat pleno. Saat peristiwa beruntun terjadi, tim panitia tetap berusaha mengerjakan sesuai timeline. Tentu kami melakukan rapat, renungan singkat, doa mingguan melalui WA, dan saling berkomunikasi. Secara pribadi, saya pun berdoa dalam masa dag-dig-dug ini. Ya, saya banyak dag-dig-dug melalui proses ini; sebuah pengalaman serupa namun tak sama. 


Meskipun dalam perjalanan menuju hari-h ada banyak hal yang tidak berjalan sesuai harapan (menurut saya). Tapi ya sudah, tak perlu ngotot' yang penting acara bisa berjalan sesuai esensi. Saat waktu itu datang, wah, seperti pernyataan: semua indah pada waktunya Tuhan.  Acara dan tempat kami sederhana, bahkan tempatnya dibawah ekspektasi kami. 

Tetapi, entah mengapa saya tidak terlalu kecewa. Mungkin karena, kami berangkat sampai ke Bumi Gumati dengan lancar, bahkan sampai sebelum waktunya. mendengar keseluruhan dari materi yang disampaikan, wah, saya tidak menduga bahkan bagus sampai saya bahagia juga bisa mendapat pemahaman mendalam secara praktis. Testimonial panitia dan partisipan juga baik secara keseluruhan. Mereka mendapat pengertian serta perspektif khususnya tentang keluarga dan  pekerjaan. Melihat semua bisa menikmati acara, makanan yang cukup untuk semua orang, teman-teman dewasa muda senior dan muda yang saling bercengkrama ... Rasa syukur, lega, damai sejahtera, terharu, lelah, kesal semua jadi satu, hingga hari ini. Sebuah kebahagiaan tersendiri melihat kerja keras bersama ini dapat 'terbayarkan'.


Jika kembali ke titik awal saat saya diminta menjadi pemimpin retret, saya sadar akan keadaan emosi dan spiritual diri yang kurang stabil. Namun, saya tidak ingin terbuai dengan keadaan. Justru saya mendorong diri untuk berserah kepada Tuhan serta berjanji mengerjakan komitmen ini bersama Tuhan. Dalam perjalanan, saya mengalami proses memahami kembali tentang relevansi iman dan realita ini dengan rasa takjub. Karena siapa yang tahu, ternyata pengalaman yang pernah saya alami dulu dan saat ini, dapat menolong seseorang yang (mungkin) juga sedang mencari relevansi iman dan hidupnya.

Saya makin memahami bahwa bijaksana yang tertulis dalam Alkitab masih relevan dengan kehidupan saat ini. Secara esensi, kebenaran Firman Tuhan dapat masuk dalam segala aspek hidup manusia. Bahkan dalam jaman hi-tech, post-modern, beragam filosofi, serta kepercayaan lainnya, terlihat bahwa bijaksana Firman Tuhan masih bisa relevan dengan jaman tersebut.

Jadi, jika kamu merasa hidup mu sebagai kristen tidak ada relevansinya. Mungkin kamu harus memeriksa diri di hadapan Tuhan. Karena semua orang yang terlibat dalam acara ini pun melewati fase memeriksa diri dan sekarang, mereka sedang berproses. Semoga saja, mereka tetap berjuang bersama Tuhan serta kamu  punya keberanian untuk hidup  Relevant: Live Your Life to The Fullest.


Dari,
Eveline Meilinda

Comments

Popular posts from this blog

Menjemput Rejeki di Tahun 2019

Dear millennials, Akhir-akhir ini lagi trending topic banget ya guys, "Menjemput Rejeki di Tahun 2019". Ya sering banget kita melihat itu jadi hastag di postingan orang bahkan teman-teman kita. Karena kebanyakan kita pun juga pasti udah merencanakan ini dan itu, apa saja yang belum tercapai di tahun lalu dan diusahakan bisa dicapai di tahun 2019 ini. Target-target ini umumnya pasti kita buat kan, apalagi bagi kaum millennial yang udah bekerja atau bahkan punya usaha sendiri. Wah ga usah ditanya lagi... pasti banyak banget ya list -nya, lebih lagi di era kita yang emang banyak tuntutan ini dan itu dalam persaingan global sekarang ini. Tapi... "Apakah dengan target-target yang dibuat, kita akan tetap berserah kepada-Nya?" . Karena ga bisa pungkiri juga, kita ini hanyalah manusia biasa, apapun yang kita rencanakan belum tentu akan tercapai jika itu tidak sejalan dengan kehendak Tuhan kan. Bisa aja Tuhan terkesan tidak menjawab ataupun menunda planning-planning ...

YOLO

Hai kamu anak muda! Atau yang menyebut dirimu muda. Bagaimana kamu menghabiskan masa muda mu? Apakah masa muda mu sudah di habiskan dengan  YOLO  ( Y ou  O nly  L ive  O nce)? Namun benar kah, kamu akan menghabiskan waktu dengan tepat? Penyelasan di masa depan jelas tidak menjadi nilai dari  yolo , tetapi setelah membaca salah satu artikel kristen; Pertanyaan miliknya yang bagus adalah, apa kita akan benar-benar menghabiskan waktu hanya untuk kesenangan pribadi?  Bagi sebagian besar akan bilang, YA! Lakukan hal teraneh dan tergila yang pernah ada, kalau tidak ada mari ciptakan! Ciptakan keanehan atau pengalaman yang mungkin tidak akan ada lagi di masa depan - setidaknya kita tidak akan punya kesempatan lagi - maka kita harus lakukan saat ini, bila perlu ya, sekarang! Hahaha . .  Bagi aku, setelah melewati masa remaja. Hm, masa remaja berarti umur 12-18 tahun. Yap, sekitar 6 tahun untuk melakukan  YOLO  tersebut. Aku sam...

Jaman Now

Hello guys! Guys, aku mau tanya deh... Pernahkah mendengar istilah "jaman now"? Hmm.... Pasti udah donkkkk... Bahkan sering banget kan... Yup, bener banget. Jaman now ini adalah istilah yang lagi nge trend  di jaman sekarang, yang berarti jaman sekarang yang kekinian banget bagi kita dimana kita lebih dapat mengekspresikan diri kita. Misalnya, lewat foto alay, atau mungkin  chatting  dengan teman kita menggunakan kata-kata yang alay yang biasanya digandrungi anak muda. Tapi, istilah jaman now ini ternyata tidak hanya ditunjukkan bagi kita anak muda aja lohhh... Anak kecil atau mungkin bayi yang dengan gayanya yang kekinian layaknya orang dewasa atau tingkah lakunya yang  nyeleneh  pun sering dikatakan "kids jaman now". Hmmm.. lucu juga yah 😄😄😄 Eits, tapi guys.... Apa setiap tingkah laku dan pola pikir kita di jaman now ini dapat memberikan dampak yang positif bagi orang-orang disekeliling kita? Atau... justru kita malah memberikan dampak yang negati...