Skip to main content

Why? What? How?

Dear millennials,

Kali ini aku cuma sharing dikit sihh tentang kisah dan pengalaman hidupku...


Aku seorang yang terlahir dengan keterbatasan fisik. Dimana aku hanya bisa melihat orang berjalan dan berlari, tapi aku tidak. Ya, dulu aku juga sering bertanya-tanya ke Tuhan "Kenapa Tuhan? Kenapa aku terlahir seperti ini?".

Bertahun-tahun pemikiran ini selalu membayangiku, yang sebelumnya aku dan keluarga bukanlah orang yang dekat dengan Tuhan. Kami tidak pernah berdoa, baca Firman Tuhan, apalagi ke gereja.

Jujur dulu pada posisi itu aku sering merasa sedih dan marah dengan keadaanku ini. Terlebih ada keluargaku yang berkeyakinan lain, meyakini bahwa keadaanku seperti ini karena "dosaku di masa lalu". Kecewa?? Yes, pasti...

Aku pribadi mengenal Tuhan hanya saat pelajaran agama, kegiatan ibadah di sekolah, dan bersyukur sewaktu SD ada kakak kelas yang mengajak Bina Iman (seperti Sekolah Minggu). Yeah, disinilah saya bersyukur... Ternyata walaupun saya kurang dekat dengan Tuhan, tapi Tuhan masih mengasihi aku dan Dia ingin kalo aku bisa mengenal-Nya dengan cara-Nya memanggilku.

Yah, sekarang aku jadi menyadari bahwa kasih Tuhan besar banget yaa... Padahal dulu aku kan sering mengeluh dan bertanya terus ke Tuhan "Kenapa keadaanku begini Tuhan?". Aku sekarang juga terkadang kepikir sih, "Apa Tuhan ga kecewa dan marah ya dulu aku ngomong gitu ke Dia?".

Tapi guys, ternyata semua yang aku pikir itu salah. Tuhan itu baik lho. Kasih-Nya besar untukku, untuk kita semua.
Hmm... Kenapa aku bilang kalo Tuhan masih mengasihi aku walaupun dulu sering mengeluh, menyalahkan diri sendiri, kecewa, sedih, bahkan marah sama kondisi fisikku? Karena meskipun aku udah sering bikin Tuhan sedih dan kecewa terhadap yang aku pikirin ini, tapi Dia masih mau panggil aku untuk bisa kenal Dia lebih dekat lagi.

Sekitar tahun 2016, aku sakit dan sekitar 2 bulan aku keluar masuk RS. Memang bukan pertama kali ini sih aku harus opname di RS.

Yah, mungkin bertanya-tanya yaaa...
"Lalu, apa hubungannya?"
Sebab disitulah awalnya aku dan keluargaku merasa bahwa Tuhan memanggil kami untuk mulai mau pergi ke gereja. Jadi Tuhan mengijinkan aku sakit itu karena Dia pingin kalo kami bisa dan mau datang lagi kepada-Nya.

Dulu sewaktu aku bisa mengenal Tuhan lewat pendidikan agama di sekolah, aku sempat mengajak dan meminta kepada orangtua biar mau ke gereja, tapi dengan alasan tidak adanya waktu, akhirnya belumlah kami memenuhi panggilan itu. Sehingga sewaktu tahun 2016 aku kembali harus keluar masuk untuk opname, hati orangtuaku mulai terketuk untuk memenuhi panggilan itu dengan teringat akan permintaanku.

Tidak berhenti sampai disitu. Singkat cerita, ketika aku dan keluargaku udah bisa dan mau pergi ke gereja, aku pun masih bergumul "Apa yang sebenarnya Tuhan kehendaki untuk aku lakukan?", karena Tuhan pasti punya rencana yang baik dengan memanggil aku, dan "Bagaimana aku bisa menyenangkan hati-Nya dan memuliakan-Nya terhadap Dia yang memanggilku?".

Sampai suatu saat, aku bisa mengikuti Sidi (baptisan dewasa). Dan ketika aku mengikuti katekisasi, aku pun diajak masuk kedalam suatu komunitas remaja di gereja. Di saat-saat itulah awalnya aku mulai aktif mengikuti kegiatan-kegiatan gereja. Yang dimana, sejak itulah aku pun merasa inilah cara Tuhan menunjukkan bahwa aku dipanggil oleh-Nya karena Tuhan mau ditengah-tengah kondisi fisikku yang terbatas ini, aku bisa jadi kesaksian untuk memuliakan-Nya. Sebab, seperti yang kita tau.. kalo Tuhan mau agar kita juga bisa jadi terang dan garam ditengah-tengah dunia ini.

Aku bersyukur bangeettt.. karena ditengah-tengah kondisi fisikku yang tidak bisa berjalan, Tuhan masih memberikan aku kesempatan untuk kuliah dan pelayanan di gereja. Dimana dulu aku mengira semuanya itu ga mungkin. Tapi ternyata engga... Tuhan berkehendak lain, yang dimana rencana Tuhan tuh lebih indah, bahkan sangat jauh berbeda dari yang aku bayangkan. Aku masih diberikan kekuatan dan kemampuan untuk menggunakan laptop, bisa membalik halaman buku dengan menggunakan sebuah sedotan, dan yang masih ga aku kira ituuu pelayanan multimedia di gereja.

Dulu semua itu ga pernah terlintas di pikiranku sihh, guys...
Aku bisa mengoperasikan laptop yang mengetiknya aku menggunakan on-screen keyboard dan bisa membalik buku dengan bantuan sebuah sedotan, yang menjadikan aku masih bisa mengejar gelar sarjana walaupun kondisi fisikku tidak bisa berjalan. Dan bersyukur pula, karena keluarga dan teman-temanku mau mendukung aku dalam pelayanan bidang multimedia di gereja... Yang aku yakin bahwa orang-orang yang ada sekelilingku itu karena Tuhan yang mengirimkannya untukku.

Hmm... Aku ga pernah kebayang dehhh, gimana jadinya kalo Tuhan ga panggil aku lagi untuk datang kepada Dia. Puji Tuhan bahwa kasih-Nya besar dan janji-Nya kekal. Hanya Tuhan yang punya rencana terindah untuk setiap kita.

"I'm so blessed. And thanks God, because You have called me. 😇"



From,
Regina Megumi Tandiari

Comments

  1. Thanks a lot buat share nya...
    Bersyukur di kasi kesempatan bisa kenal km, liat km katek dan sidi

    Ikut senang dengan perkembangan mu, dengan perjuangan mu

    Berharap kita bs saling share lagi...

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menjemput Rejeki di Tahun 2019

Dear millennials, Akhir-akhir ini lagi trending topic banget ya guys, "Menjemput Rejeki di Tahun 2019". Ya sering banget kita melihat itu jadi hastag di postingan orang bahkan teman-teman kita. Karena kebanyakan kita pun juga pasti udah merencanakan ini dan itu, apa saja yang belum tercapai di tahun lalu dan diusahakan bisa dicapai di tahun 2019 ini. Target-target ini umumnya pasti kita buat kan, apalagi bagi kaum millennial yang udah bekerja atau bahkan punya usaha sendiri. Wah ga usah ditanya lagi... pasti banyak banget ya list -nya, lebih lagi di era kita yang emang banyak tuntutan ini dan itu dalam persaingan global sekarang ini. Tapi... "Apakah dengan target-target yang dibuat, kita akan tetap berserah kepada-Nya?" . Karena ga bisa pungkiri juga, kita ini hanyalah manusia biasa, apapun yang kita rencanakan belum tentu akan tercapai jika itu tidak sejalan dengan kehendak Tuhan kan. Bisa aja Tuhan terkesan tidak menjawab ataupun menunda planning-planning ...

YOLO

Hai kamu anak muda! Atau yang menyebut dirimu muda. Bagaimana kamu menghabiskan masa muda mu? Apakah masa muda mu sudah di habiskan dengan  YOLO  ( Y ou  O nly  L ive  O nce)? Namun benar kah, kamu akan menghabiskan waktu dengan tepat? Penyelasan di masa depan jelas tidak menjadi nilai dari  yolo , tetapi setelah membaca salah satu artikel kristen; Pertanyaan miliknya yang bagus adalah, apa kita akan benar-benar menghabiskan waktu hanya untuk kesenangan pribadi?  Bagi sebagian besar akan bilang, YA! Lakukan hal teraneh dan tergila yang pernah ada, kalau tidak ada mari ciptakan! Ciptakan keanehan atau pengalaman yang mungkin tidak akan ada lagi di masa depan - setidaknya kita tidak akan punya kesempatan lagi - maka kita harus lakukan saat ini, bila perlu ya, sekarang! Hahaha . .  Bagi aku, setelah melewati masa remaja. Hm, masa remaja berarti umur 12-18 tahun. Yap, sekitar 6 tahun untuk melakukan  YOLO  tersebut. Aku sam...

Jaman Now

Hello guys! Guys, aku mau tanya deh... Pernahkah mendengar istilah "jaman now"? Hmm.... Pasti udah donkkkk... Bahkan sering banget kan... Yup, bener banget. Jaman now ini adalah istilah yang lagi nge trend  di jaman sekarang, yang berarti jaman sekarang yang kekinian banget bagi kita dimana kita lebih dapat mengekspresikan diri kita. Misalnya, lewat foto alay, atau mungkin  chatting  dengan teman kita menggunakan kata-kata yang alay yang biasanya digandrungi anak muda. Tapi, istilah jaman now ini ternyata tidak hanya ditunjukkan bagi kita anak muda aja lohhh... Anak kecil atau mungkin bayi yang dengan gayanya yang kekinian layaknya orang dewasa atau tingkah lakunya yang  nyeleneh  pun sering dikatakan "kids jaman now". Hmmm.. lucu juga yah 😄😄😄 Eits, tapi guys.... Apa setiap tingkah laku dan pola pikir kita di jaman now ini dapat memberikan dampak yang positif bagi orang-orang disekeliling kita? Atau... justru kita malah memberikan dampak yang negati...