Skip to main content

Melepaskan (II)

Dear Millenials,

Akhirnya, saya bisa lanjut tulis artikel melepaskan! Nah, kalau sekarang mari berbicara lebih detil tentang topik melepaskan. Semoga opini saya ini dapat menjadi 'cemilan'. Sebab pembahasan ini sebatas hasil pengalaman dan memiliki kategori cukup luas.

Bila direnungkan selewat, seringkali manusia tidak mampu melepaskan karena terdapat kesenangan maupun pencapaian yang belum tercapai. Dari pengalaman pribadi, kadang saya berpikir melepaskan akan menjadikan diri saya kehilangan sesuatu yang dipikir tidak akan kita dapatkan lagi. Padahal ... hal itu tidak sepenuhnya benar. Bisa saja, dari hal yang kita lepaskan akan muncul hal lain yang lebih baik atau mampu kita jalani.

Oke, apa yang membedakan prioritas waktu dengan melepaskan? Menurut saya, memprioritaskan waktu berarti tidak ada kegiatan yang dikurangi (atau diganti) hanya membagi waktu. Sementara melepaskan kesibukan menerima konsekuensi tidak terlibat pada suatu kegiatan tersebut bahkan bisa saja awalnya kita terlibat akhirnya harus mengundurkan diri atau tidak melanjutkan. Bukan berarti kita tidak ada simpati namun ada hal, keraguan, sakit hati, atau isi hati manusia lain yang dapat membuat kita tidak maksimal menjalankan kegiatan tersebut (tidak menutup kemungkinan menjalankan dengan terpaksa lalu menjadi senang). Tetapi segala kepedihan tersebut bukan berarti alasan untuk undur dalam pelayanan, nah yang ini bakal kita bahas di topik selanjutnya!

Ada pula melepaskan versi 'relasi'. Kita senang berelasi dengan orang tersebut, namun orang itu tak kunjung memberi respon baik. Nah sebenarnya perlu kita intropeksi. Apa yang menjadi hambatan dalam relasi, cara berbicara, cara gaul, atau pola pikir? Kita tidak bisa memaksakan seseorang untuk selalu menjadi fit dengan kita maupun sebaliknya. Memang ada orang yang bisa nyambung ke semua orang, namun kenyataannya tidak semua orang bisa kita hold. Ada kalanya, relasi itu hanya sebatas koneksi (apalagi setelah bergaul lama tapi orang yang kita anggap dekat tapi ... sebenarnya tidak). Sebel, tapi itu kenyataannya. Disaat itulah secara hati kita melepaskan orang tersebut dan terus hidup dengan atau mencari relasi lain. Hanya saja kita tetap berelasi dengan orang yang menurut kita tidak satu frekuensi dengan baik juga batasan umum.

Apalagi jika sikap dan kepribadian orang tersebut justru membuat kita jatuh dalam pencobaan ... nah ini bener-bener butuh keberanian diri sendiri untuk memahami dan intropeksi dalam relasi tersebut.

Dalam kekristenan sendiri Tuhan mengajarkan untuk mempergunakan waktu dengan baik akan hari-hari ini. Takut akan Tuhan sebagai awal pengetahuan. Tidak kuatir akan hal-hal duniawi yang dicari oleh bangsa - bangsa. Sebab Tuhan juga ingin kita hidup dalam Firman-Nya dan bertumbuh.

Nah, mental untuk melepaskan merupakan salah satu cara pertumbuhan (saya).

Tidak selalu yang kita doakan akan terkabul, tidak semua kesusahan itu tidak pernah berakhir, namun cara untuk melepaskan adalah keniatan diri tahu dengan jelas bahwa hal tersebut harus dilepaskan beserta konsekuensi. Kepasrahan juga menjadi kunci untuk kita melepaskan dimana kita tidak menjadi pasif, tapi tetap beraktivitas dan doa sambil melihat dan mendengar bagaimana Tuhan menunjukkan hal tersebut harus selalu kita pegang erat atau tidak.

Manusia memikirkan rencana namun Tuhan lah yang mengarahkan jalannya.

Bagaimana versi 'melepaskan' dalam hidup mu?


From,
Asian Girl

Comments

Popular posts from this blog

Menjemput Rejeki di Tahun 2019

Dear millennials, Akhir-akhir ini lagi trending topic banget ya guys, "Menjemput Rejeki di Tahun 2019". Ya sering banget kita melihat itu jadi hastag di postingan orang bahkan teman-teman kita. Karena kebanyakan kita pun juga pasti udah merencanakan ini dan itu, apa saja yang belum tercapai di tahun lalu dan diusahakan bisa dicapai di tahun 2019 ini. Target-target ini umumnya pasti kita buat kan, apalagi bagi kaum millennial yang udah bekerja atau bahkan punya usaha sendiri. Wah ga usah ditanya lagi... pasti banyak banget ya list -nya, lebih lagi di era kita yang emang banyak tuntutan ini dan itu dalam persaingan global sekarang ini. Tapi... "Apakah dengan target-target yang dibuat, kita akan tetap berserah kepada-Nya?" . Karena ga bisa pungkiri juga, kita ini hanyalah manusia biasa, apapun yang kita rencanakan belum tentu akan tercapai jika itu tidak sejalan dengan kehendak Tuhan kan. Bisa aja Tuhan terkesan tidak menjawab ataupun menunda planning-planning ...

YOLO

Hai kamu anak muda! Atau yang menyebut dirimu muda. Bagaimana kamu menghabiskan masa muda mu? Apakah masa muda mu sudah di habiskan dengan  YOLO  ( Y ou  O nly  L ive  O nce)? Namun benar kah, kamu akan menghabiskan waktu dengan tepat? Penyelasan di masa depan jelas tidak menjadi nilai dari  yolo , tetapi setelah membaca salah satu artikel kristen; Pertanyaan miliknya yang bagus adalah, apa kita akan benar-benar menghabiskan waktu hanya untuk kesenangan pribadi?  Bagi sebagian besar akan bilang, YA! Lakukan hal teraneh dan tergila yang pernah ada, kalau tidak ada mari ciptakan! Ciptakan keanehan atau pengalaman yang mungkin tidak akan ada lagi di masa depan - setidaknya kita tidak akan punya kesempatan lagi - maka kita harus lakukan saat ini, bila perlu ya, sekarang! Hahaha . .  Bagi aku, setelah melewati masa remaja. Hm, masa remaja berarti umur 12-18 tahun. Yap, sekitar 6 tahun untuk melakukan  YOLO  tersebut. Aku sam...

Jaman Now

Hello guys! Guys, aku mau tanya deh... Pernahkah mendengar istilah "jaman now"? Hmm.... Pasti udah donkkkk... Bahkan sering banget kan... Yup, bener banget. Jaman now ini adalah istilah yang lagi nge trend  di jaman sekarang, yang berarti jaman sekarang yang kekinian banget bagi kita dimana kita lebih dapat mengekspresikan diri kita. Misalnya, lewat foto alay, atau mungkin  chatting  dengan teman kita menggunakan kata-kata yang alay yang biasanya digandrungi anak muda. Tapi, istilah jaman now ini ternyata tidak hanya ditunjukkan bagi kita anak muda aja lohhh... Anak kecil atau mungkin bayi yang dengan gayanya yang kekinian layaknya orang dewasa atau tingkah lakunya yang  nyeleneh  pun sering dikatakan "kids jaman now". Hmmm.. lucu juga yah πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„ Eits, tapi guys.... Apa setiap tingkah laku dan pola pikir kita di jaman now ini dapat memberikan dampak yang positif bagi orang-orang disekeliling kita? Atau... justru kita malah memberikan dampak yang negati...