Skip to main content

Yang Ku Temukan Tentang Relevansi Hidup dan Iman (I)

Dear millennials,

3 minggu telah berlalu... Tapi aku masih merasa senang dan bersyukur... Mungkin 2 kata itu yang dapat mewakili perasaanku saat ini.
Yup.. akhirnya guys, kita retreat lagi! Yeay!!

Dan kali ini dengan tema retreat kita "RELEVANT : Live Your Life to the Fullest".
Hmm... yang seringkali jadi pergumulan kita juga ya, karena sering dalam realitanya kita sulit untuk merelevansikan hidup kita dengan iman kita.

Bersyukur bangeettt kalo disini aku bisa ikut retreat lagi... Karena dengan kejadian yang serupa dengan retreat sebelumnya, aku kira aku ga akan bisa ikut sebab satu dan lain hal. Tapi akhirnya, ku diberi kesempatan Tuhan untuk boleh ikut retreat lagi 😇 Thanks God

Yang kalo aku renungi dari awal keinginanku ikut retreat, membuat keyakinanku semakin kuat "kalo emang Tuhan mengkehendaki untuk boleh aku ikut retreat kali ini, maka hanya Tuhan yang dapat membukakan jalan-Nya untukku" dan itulah yang menjadi doaku. Karena sebelumnya aku sempat diminta oleh panitia untuk pelayanan multimedia pula untuk retreat ini tapi aku menolaknya, karena batas yang diberikan panitia untuk mengkonfirmasi pun sudah sampai diperpanjang tapi aku masih belum dapat memastikan apakah aku bisa ikut retreat atau tidak, sehingga pikirku "daripada nanti aku bilang iya tapi nanti tiba-tiba ternyata aku ga bisa ikut, mereka akan lebih susah cari orang penggantinya" yasudah aku tidakkan sebelum batas terakhir konfirmasinya.

Dan ternyata memang kalo bukan Tuhan yang mengkehendaki-Nya, pasti karena Tuhan tau apa semua itu baik dan tidak. Sebab saat di tempat retreat melihat ruang aulanya diatas sedangkan kamar dibawah, aku pun jadi terenung "iya ya.. kalo waktu itu aku tetap mengiyakan untuk pelayanan, apakah aku bisa memberikan yang terbaik untuk-Nya?", karena kursi roda yang biasa aku gunakan untuk pelayanan itu lebih berat daripada kursi roda yang hanya untuk sebatas untuk jalan biasa saja, sehingga jika aku menggunakan kursi roda yang untuk pelayanan akan tidak mungkin.

Ku bersyukur karena sebagai peserta, banyak pelajaran yang bisa didapatkan. Karena disini kita diajarkan untuk merelevansikan kehidupan iman kita dengan lingkungan sekitar, dalam lingkungan pekerjaan, maupun keluarga.

Ya.. dalam realitanya sulit ya untuk hidup relevan dengan iman kita, karena dunia berbeda dengan cara kehidupan kita yang Tuhan ajarkan. Kita masih sering sulit untuk menunjukkan identitas kekristenan kita kepada dunia ini, sulit untuk melawan godaan-godaan dunia dalam dunia perkuliahan ataupun pekerjaan kita, dan yang masih banyak jadi pergumulan.. yaitu keluarga. Sering ini semua dikarenakan oleh kita yang masih merasa malu atau takut ditolak karena identitas kekristenan kita, tergiur oleh cara-cara instan yang terlihat lebih mudah, ataupun pada harta maupun kekayaan duniawi yang sebenarnya sifatnya hanya semata.

Aku sendiri mendapatkan kalo tidak semua apa kita harapkan atau kita ingini itu sejalan dengan kehendak Tuhan. Mungkin sering kita memiliki banyak mimpi, tapi setiap kita punya batasan-batasannya sendiri, sehingga kalo Tuhan belum atau tidak mengijinkan itu terjadi berarti karena Tuhan tau kita sanggup untuk melewati dan menerimanya atau tidak. Sehingga dari ini, aku pun jadi dapat lebih mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan padaku, dan yang paling penting adalah belajar berkomitmen untuk mau hidup penuh dalam Dia relevan dengan iman kita, juga tidak malu dan tidak takut dengan identitas kekristenan kita.

Ya jadi kira-kira begitulah apa yang bisa aku temukan dalam relevansi hidup dan iman melalui retreat ini...
So guys, "hiduplah relevansi dengan iman kita". God bless!


From,
Regina Megumi T.

Comments

  1. Aku tidak pernah kehabisan rasa heran tentang bagaimana hebatnya Tuhan membuat dirimu dapat relevan dalam kehidupan ini! Tak peduli betapa terbatasnya dirimu, kamu sudah dalam kepenuhanNya.... Tuhan mengasihimu ...

    ReplyDelete
  2. Tuhan menjawab doamu kok ci ... yang gantiin cici jadi mulmed itu :)
    Alhasil cici bisa menikmati dan dapat byk pelajaran dari tiap sesi dan klmpok sebagai peserta :D
    Tetap Semangatt yaa cii melayani Tuhan.. Dan Jangan Lupa Senyum :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Menjemput Rejeki di Tahun 2019

Dear millennials, Akhir-akhir ini lagi trending topic banget ya guys, "Menjemput Rejeki di Tahun 2019". Ya sering banget kita melihat itu jadi hastag di postingan orang bahkan teman-teman kita. Karena kebanyakan kita pun juga pasti udah merencanakan ini dan itu, apa saja yang belum tercapai di tahun lalu dan diusahakan bisa dicapai di tahun 2019 ini. Target-target ini umumnya pasti kita buat kan, apalagi bagi kaum millennial yang udah bekerja atau bahkan punya usaha sendiri. Wah ga usah ditanya lagi... pasti banyak banget ya list -nya, lebih lagi di era kita yang emang banyak tuntutan ini dan itu dalam persaingan global sekarang ini. Tapi... "Apakah dengan target-target yang dibuat, kita akan tetap berserah kepada-Nya?" . Karena ga bisa pungkiri juga, kita ini hanyalah manusia biasa, apapun yang kita rencanakan belum tentu akan tercapai jika itu tidak sejalan dengan kehendak Tuhan kan. Bisa aja Tuhan terkesan tidak menjawab ataupun menunda planning-planning ...

YOLO

Hai kamu anak muda! Atau yang menyebut dirimu muda. Bagaimana kamu menghabiskan masa muda mu? Apakah masa muda mu sudah di habiskan dengan  YOLO  ( Y ou  O nly  L ive  O nce)? Namun benar kah, kamu akan menghabiskan waktu dengan tepat? Penyelasan di masa depan jelas tidak menjadi nilai dari  yolo , tetapi setelah membaca salah satu artikel kristen; Pertanyaan miliknya yang bagus adalah, apa kita akan benar-benar menghabiskan waktu hanya untuk kesenangan pribadi?  Bagi sebagian besar akan bilang, YA! Lakukan hal teraneh dan tergila yang pernah ada, kalau tidak ada mari ciptakan! Ciptakan keanehan atau pengalaman yang mungkin tidak akan ada lagi di masa depan - setidaknya kita tidak akan punya kesempatan lagi - maka kita harus lakukan saat ini, bila perlu ya, sekarang! Hahaha . .  Bagi aku, setelah melewati masa remaja. Hm, masa remaja berarti umur 12-18 tahun. Yap, sekitar 6 tahun untuk melakukan  YOLO  tersebut. Aku sam...

Jaman Now

Hello guys! Guys, aku mau tanya deh... Pernahkah mendengar istilah "jaman now"? Hmm.... Pasti udah donkkkk... Bahkan sering banget kan... Yup, bener banget. Jaman now ini adalah istilah yang lagi nge trend  di jaman sekarang, yang berarti jaman sekarang yang kekinian banget bagi kita dimana kita lebih dapat mengekspresikan diri kita. Misalnya, lewat foto alay, atau mungkin  chatting  dengan teman kita menggunakan kata-kata yang alay yang biasanya digandrungi anak muda. Tapi, istilah jaman now ini ternyata tidak hanya ditunjukkan bagi kita anak muda aja lohhh... Anak kecil atau mungkin bayi yang dengan gayanya yang kekinian layaknya orang dewasa atau tingkah lakunya yang  nyeleneh  pun sering dikatakan "kids jaman now". Hmmm.. lucu juga yah 😄😄😄 Eits, tapi guys.... Apa setiap tingkah laku dan pola pikir kita di jaman now ini dapat memberikan dampak yang positif bagi orang-orang disekeliling kita? Atau... justru kita malah memberikan dampak yang negati...