Dear millennials,
3 minggu telah berlalu... Tapi aku masih merasa senang dan bersyukur... Mungkin 2 kata itu yang dapat mewakili perasaanku saat ini.
Yup.. akhirnya guys, kita retreat lagi! Yeay!!
Dan kali ini dengan tema retreat kita "RELEVANT : Live Your Life to the Fullest".
Hmm... yang seringkali jadi pergumulan kita juga ya, karena sering dalam realitanya kita sulit untuk merelevansikan hidup kita dengan iman kita.
Bersyukur bangeettt kalo disini aku bisa ikut retreat lagi... Karena dengan kejadian yang serupa dengan retreat sebelumnya, aku kira aku ga akan bisa ikut sebab satu dan lain hal. Tapi akhirnya, ku diberi kesempatan Tuhan untuk boleh ikut retreat lagi 😇 Thanks God
Yang kalo aku renungi dari awal keinginanku ikut retreat, membuat keyakinanku semakin kuat "kalo emang Tuhan mengkehendaki untuk boleh aku ikut retreat kali ini, maka hanya Tuhan yang dapat membukakan jalan-Nya untukku" dan itulah yang menjadi doaku. Karena sebelumnya aku sempat diminta oleh panitia untuk pelayanan multimedia pula untuk retreat ini tapi aku menolaknya, karena batas yang diberikan panitia untuk mengkonfirmasi pun sudah sampai diperpanjang tapi aku masih belum dapat memastikan apakah aku bisa ikut retreat atau tidak, sehingga pikirku "daripada nanti aku bilang iya tapi nanti tiba-tiba ternyata aku ga bisa ikut, mereka akan lebih susah cari orang penggantinya" yasudah aku tidakkan sebelum batas terakhir konfirmasinya.
Dan ternyata memang kalo bukan Tuhan yang mengkehendaki-Nya, pasti karena Tuhan tau apa semua itu baik dan tidak. Sebab saat di tempat retreat melihat ruang aulanya diatas sedangkan kamar dibawah, aku pun jadi terenung "iya ya.. kalo waktu itu aku tetap mengiyakan untuk pelayanan, apakah aku bisa memberikan yang terbaik untuk-Nya?", karena kursi roda yang biasa aku gunakan untuk pelayanan itu lebih berat daripada kursi roda yang hanya untuk sebatas untuk jalan biasa saja, sehingga jika aku menggunakan kursi roda yang untuk pelayanan akan tidak mungkin.
Ku bersyukur karena sebagai peserta, banyak pelajaran yang bisa didapatkan. Karena disini kita diajarkan untuk merelevansikan kehidupan iman kita dengan lingkungan sekitar, dalam lingkungan pekerjaan, maupun keluarga.
Ya.. dalam realitanya sulit ya untuk hidup relevan dengan iman kita, karena dunia berbeda dengan cara kehidupan kita yang Tuhan ajarkan. Kita masih sering sulit untuk menunjukkan identitas kekristenan kita kepada dunia ini, sulit untuk melawan godaan-godaan dunia dalam dunia perkuliahan ataupun pekerjaan kita, dan yang masih banyak jadi pergumulan.. yaitu keluarga. Sering ini semua dikarenakan oleh kita yang masih merasa malu atau takut ditolak karena identitas kekristenan kita, tergiur oleh cara-cara instan yang terlihat lebih mudah, ataupun pada harta maupun kekayaan duniawi yang sebenarnya sifatnya hanya semata.
Aku sendiri mendapatkan kalo tidak semua apa kita harapkan atau kita ingini itu sejalan dengan kehendak Tuhan. Mungkin sering kita memiliki banyak mimpi, tapi setiap kita punya batasan-batasannya sendiri, sehingga kalo Tuhan belum atau tidak mengijinkan itu terjadi berarti karena Tuhan tau kita sanggup untuk melewati dan menerimanya atau tidak. Sehingga dari ini, aku pun jadi dapat lebih mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan padaku, dan yang paling penting adalah belajar berkomitmen untuk mau hidup penuh dalam Dia relevan dengan iman kita, juga tidak malu dan tidak takut dengan identitas kekristenan kita.
Ya jadi kira-kira begitulah apa yang bisa aku temukan dalam relevansi hidup dan iman melalui retreat ini...
So guys, "hiduplah relevansi dengan iman kita". God bless!
3 minggu telah berlalu... Tapi aku masih merasa senang dan bersyukur... Mungkin 2 kata itu yang dapat mewakili perasaanku saat ini.
Yup.. akhirnya guys, kita retreat lagi! Yeay!!
Dan kali ini dengan tema retreat kita "RELEVANT : Live Your Life to the Fullest".
Hmm... yang seringkali jadi pergumulan kita juga ya, karena sering dalam realitanya kita sulit untuk merelevansikan hidup kita dengan iman kita.
Yang kalo aku renungi dari awal keinginanku ikut retreat, membuat keyakinanku semakin kuat "kalo emang Tuhan mengkehendaki untuk boleh aku ikut retreat kali ini, maka hanya Tuhan yang dapat membukakan jalan-Nya untukku" dan itulah yang menjadi doaku. Karena sebelumnya aku sempat diminta oleh panitia untuk pelayanan multimedia pula untuk retreat ini tapi aku menolaknya, karena batas yang diberikan panitia untuk mengkonfirmasi pun sudah sampai diperpanjang tapi aku masih belum dapat memastikan apakah aku bisa ikut retreat atau tidak, sehingga pikirku "daripada nanti aku bilang iya tapi nanti tiba-tiba ternyata aku ga bisa ikut, mereka akan lebih susah cari orang penggantinya" yasudah aku tidakkan sebelum batas terakhir konfirmasinya.
Dan ternyata memang kalo bukan Tuhan yang mengkehendaki-Nya, pasti karena Tuhan tau apa semua itu baik dan tidak. Sebab saat di tempat retreat melihat ruang aulanya diatas sedangkan kamar dibawah, aku pun jadi terenung "iya ya.. kalo waktu itu aku tetap mengiyakan untuk pelayanan, apakah aku bisa memberikan yang terbaik untuk-Nya?", karena kursi roda yang biasa aku gunakan untuk pelayanan itu lebih berat daripada kursi roda yang hanya untuk sebatas untuk jalan biasa saja, sehingga jika aku menggunakan kursi roda yang untuk pelayanan akan tidak mungkin.
Ya.. dalam realitanya sulit ya untuk hidup relevan dengan iman kita, karena dunia berbeda dengan cara kehidupan kita yang Tuhan ajarkan. Kita masih sering sulit untuk menunjukkan identitas kekristenan kita kepada dunia ini, sulit untuk melawan godaan-godaan dunia dalam dunia perkuliahan ataupun pekerjaan kita, dan yang masih banyak jadi pergumulan.. yaitu keluarga. Sering ini semua dikarenakan oleh kita yang masih merasa malu atau takut ditolak karena identitas kekristenan kita, tergiur oleh cara-cara instan yang terlihat lebih mudah, ataupun pada harta maupun kekayaan duniawi yang sebenarnya sifatnya hanya semata.
Ya jadi kira-kira begitulah apa yang bisa aku temukan dalam relevansi hidup dan iman melalui retreat ini...
So guys, "hiduplah relevansi dengan iman kita". God bless!
From,
Regina Megumi T.
Aku tidak pernah kehabisan rasa heran tentang bagaimana hebatnya Tuhan membuat dirimu dapat relevan dalam kehidupan ini! Tak peduli betapa terbatasnya dirimu, kamu sudah dalam kepenuhanNya.... Tuhan mengasihimu ...
ReplyDeleteTuhan menjawab doamu kok ci ... yang gantiin cici jadi mulmed itu :)
ReplyDeleteAlhasil cici bisa menikmati dan dapat byk pelajaran dari tiap sesi dan klmpok sebagai peserta :D
Tetap Semangatt yaa cii melayani Tuhan.. Dan Jangan Lupa Senyum :D